9/13/2019

Cara Mengatasi Mesin “OVERHEATING”

Cara Mengatasi Mesin “OVERHEATING”

Banyak pemilik mobil atau pengemudi yang panik bila mobil yang dikemudikan tiba-tiba overheating atau terlalu panas. Ada beberapa hal yang menyebabkan mesin mobil menjadi kelewat panas. Tetapi, satu hal yang perlu diketahui adalah panas mesin mobil diatas normal, karena mesin bekerja tidak normal.

Bila panas mesin mobil melebihi 120 derajat celcius, maka mesin dapat mati secara otomatis, karena sensor mesin menginformasikan bahwa lapisan oli di dalam mesin sudah sangat tipis. Bila mesin terus berputar, maka akan timbul keausan pada bagian mesin yang berputar.
Langkah-langkah mengatasi mesin panas :

1. Selang radiator
Bila selang radiator mengalami kebocoran, maka air dapat berkurang dan mesin menjadi overheating bila radiator sudah kekurangan air. Pastikan semua selang radiator dalam keadaan baik dan tidak ada yang rembes atau bocor.
2. Fan belt (Tali kipas)
Pastikan semua tali kipas dalam keadaan baik, dengan ketegangan normal agar kipas pendingin mesin berjalan dengan baik. Bila kedapatan bagian dalam belt sudah kering dan retak, segera ganti fan belt dengan yang baru dan original. Untuk menjaga agar fan belt tahan lama dan tidak retak-retak, semprotkan V Belt dressing berupa cairan yang membuat fan belt menjadi flexible dan tahan lama.
3. Sistem pengapian-Distributor-Coil
Bila pengapian tidak tepat waktu, maka mesin dapat juga menjadi overheating. Untuk menghindarinya, sesuaikan waktu pengapian mesin agar tepat waktu. Penyetelan ignition timing dapat dilakukan dengan strobo timing light untuk mesin-mesin berkarburator dan dengan penyetelan komputer bagi sebagian besar mesin dengan MPI atau EFI.
4. Kabel busi
Bila kabel busi terluka atau induksi, bila berjalan dengan kecepatan di atas 100 km/jam, mesin dapat menjadi overheating, karena kontak coil yang menuju ke busi bocor menuju mesin. Untuk menghindarinya, gunakan kabel busi yang tidak bocor atau luka dari jenis kabel lemas dan terisolasi dengan baik, agar arus listrik tidak terbuang ke mesin. Kondisi ini membuat pengapian tidak akan mempengaruhi overheating mesin.
5. Pompa air
Bila tidak ada kebocoran tetapi air selalu berkurang, maka ada ketidakberesan dalam sistem pompa air atau water pump. Kebocoran pompa air dapat dilihat dari lubang kecil yang biasanya ada pada poros pompa. Bila lubang sudah meninggalkan bercak kebocoran air, maka itulah tanda pompa air sudah mulai bocor sealnya, dan harus segera diganti dengan yang baru, sebelum air di radiator habis dan mesin mengalami overheating. Bila mesin berjalan dengan kecepatan tinggi, maka air akan lebih cepat lagi menjadi kosong dan mesin menjadi panas.
6. Radiator
Radiator harus selalu bersih dan dapat mengalirkan air pendingin mesin dengan baik, sehingga pendinginan kipas mesin dapat berjalan dengan baik. Bila radiator tersumbat kotoran, maka sirkulasi air di dalam mesin ikut menjadi terganggu. Segera bersihkan atau service radiator di tempat service radiator dan pastikan saluran radiator bersih kembali dan secara efektif mendinginkan air pendingin mesin. Radiator sering juga mengalami korosi atau perkaratan. Untuk menghindarinya, gunakan air yang rendah kadar kapurnya dan anti karat untuk radiator.


Terimakasih sudah membaca tentang artikel Cara Mengatasi Mesin “OVERHEATING” dari blog Give Me Colours.

No comments:

Post a Comment