Showing posts with label Edukasi. Show all posts
Showing posts with label Edukasi. Show all posts

1/22/2020

GLOSARIUM PERIKLANAN

Iklan online : metode periklanan dengan menggunakan media internet dan web(World Wide Web ) dengan tujuan menyampaikan pesan pemasaran (promosi) untuk menarik pelanggan
Ads : iklan
Awareness : Membangun kesadaran
Lead time : waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu
kegiatan produksi media
Pop up : istilah yang digunakan untuk iklan atau banner yang tampil pada halaman web diatas Konten
Pop up blocker : aplikasi untuk memblok iklan pop up
Ad blocker : Aplikasi untuk memblokir iklan
Smartphone : telepon pintar
Contextual ads : Iklan ini ditampilkan di halaman web dengan target individu tertentu yang mengunjungi website.
Search ads : Iklan ini ditampilkan pada halaman web hasil pencarian dan jaringannya
Iklan Direktori online : Iklan yang tampil pada suatu direktori tertentu.
Iklan Daftar local : Jenis iklan ini gratis dan diperuntukan untuk untuk bisnis lokal.
Iklan konten : Iklan konten ditampilkan pada halaman website berupa teks link yang sesuai dengan aturan penyedia konten ads.
Iklan display : Iklan yang ditampilkan kombinasi antara teks, gambar dan animasi (tetapi tidak interaktif seperti rich media)dan setiap iklan display memiliki ukuran yang telah diatur
Interstitial banners : banner yang ditampilkan antara halaman di situs Web. Ketika Anda mengklik dari satu halaman ke halaman lainnya, Anda akan ditampilkan iklan ini
sebelum halaman berikutnya ditampilkan
Pop-up dan pop-under : Iklan banner ini tampil pada jendela baru yang lebih kecil di atas atau di bawah halaman web

Office : Griya Kebraon Utama VII DE 6 Surabaya 60222
Phone : 08563118595 
Facebook : gmcolours | Instagram : givemecolours | Twitter : givemecolours 
Web : www.givemecolours.co.id | www.givemecolours.blogspot.com 

3/18/2019

Sejarah Cetak - Mencetak Johannes Gutenberg


Sejarah Cetak - Mencetak Johannes Gutenberg
Metode cetak-mencetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman pada tahun 1440. Johannes Gutenberg hidup antara tahun 1400-1468. Segel dan bulatan segel yang pengerjaannya menganut prinsip serupa dengan cetak blok sudah dikenal di Cina berabad-abad sebelum Gutenberg lahir dan suatu bukti menunjukkan bahwa di tahun 868 Masehi sebuah buku cetakan sudah ditemukan orang di Cina. Teks dan gambar diukirkan pada sekeping papan, tanah liat atau logam, kemudian acuan/ stempel itu ditintai, ditumpangi selembar kertas (papyrus) yang kemudian ditekan sehingga tinta dari stempel berpindah ke permukaan kertas. Sering disebut orang sumbangan terpenting Gutenberg adalah penemuannya di bidang huruf cetak yang bisa bergerak. Dalam perkara ini pun hal serupa sudah diketemukan di Cina sekitar pertengahan abad ke-11 Masehi oleh seorang bernama, Pi-Sheng, karakter jenis yang dikembangkan dari tanah liat dikeraskan tetapi tidak secara total sukses. Di pertengahan tahun 1200 Masehi, karakter sejenis dari metal ( perunggu) telah dikembangkan di China dan Jepang, teks yang dikenal, yang paling tua mencetak dari jenis metal ini sampai tahun 1397. Satu abad kemudian dalam tahun 1440 Masehi, mungkin tidak acuh pada jenis yang kasar dikembangkan di Dunia Timur, Johannes Gutenberg memperkenalkan kepada film koboi/ buku koboi.
Proses serupa juga sudah dikenal orang di Eropa sebelum Gutenberg. Cetak blok memungkinkan pencetakan banyak eksemplar buku tertentu. Proses ini punya satu kelemahan: karena satu set baru serta komplit dari cukilan kayu atau logam harus dibuat untuk sebuah buku, dengan sendirinya tidaklah praktis untuk mencetak berbagai macam buku. Di Eropa percetakan yang tertua menggunakan metode ini sekitar 600 tahun yang lalu. Sebelum penemuan teknik cetak seluruh buku harus ditulis tangan yang biasanya dikerjakan oleh para biarawan di biara-biara. Sebuah buku menjadi barang sangat berharga yang hanya orang yang sungguh kaya dapat memilikinya. Membaca dan menulis hanya terbatas pada segelintir orang berpendidikan. Gagasan Gutenberg adalah penggunaan huruf-tunggal yang diukirkan pada kayu yang kemudian berkembang menjadi ukiran pada bahan logam. Gutenberg telah berhasil melakukan macam-macam penyempurnaan. Misalnya, dia mengembangkan metal logam campuran untuk huruf cetak, menuangkan cairan logam untuk huruf cetak blok secara tepat dan teliti, minyak tinta cetak serta alat penekan yang diperlukan untuk mencetak. Setiap huruf dan tanda-tanda harus diukir pada sebatang besi secara terbalik, yang sebelah kiri sebuah matris menjadi sebelah kanan, stempel besi ini menjadi alat penakik yang diketukkan pada selembar lempengan tembaga yang akan menjadi acuan/ matris. Matris ini kemudian ditempatkan pada alat pengecoran (dikerjakan dengan tangan). Konstruksi alat pengecoran ini sederhana namun praktis sekali. Bahan metal yang dipakai untuk dicor adalah timah putih, antimony, dan timah hitam. Huruf-huruf hasil cor ini cukup cermat dipakai untuk menyusun.