Desain Grafis Komunikasi, istilah ini
dijabarkan menjadi Desain, Grafis, dan Komunikasi.
Istilah desain berasal dari bahasa Perancis “desiner” yang berarti menggambar, kadang-kadang diartikan dalam pengertian “merancang, menciptakan
bentuk, susunan, garis, bentuk (bidang, earna (nada), dan tekstur biasa
diartikan juga merancang, pola dua
maupun tiga dimensi, memilih dan menyusun,
memecahkan masalah bertujuan menciptakan susunan, organisasi”. Kata Grafis mengandung dua
pengertian, yaitu Graphein (Latin:
garis) kemudian menjadi Graphic Arts atau
Komunikasi Grafis dan Graphishe Vakken (Belanda: pekerjaan cetak) kemudian menjadi Grafika yang diartikan
sebagai percetakan.
Adapun Komunikasi (Latin:Communis) yang artinya
memberitahukan yang mengandung maksud memberikan dan menyebarkan informasi,
berita, pesan, ide-ide, agar hal-hal
yang memberitahukan itu menjadi milik bersama. Ketiga
pengertian keilmuan di atas dalam Desain Grafis Komunikasi adalah keterampilan
dalam menciptakan media informasi berupa cetakan dua dimensi yang bersifat statis.
Ada tiga keilmuan yang mendasar dalam bidang Desain Grafis
Komunikasi, yaitu Desain, Komunikasi, dan Desain (Seni). Dalam Terapan, dua keilmuan
yang hampir sama dalam pendalaman keilmuan, yaitu Komunikasi Visual dengan Komunikasi
Grafis.
Komunikasi Visual dalam pengertian yang luas adalah
berbagai kegiatan komunikasi yang menggunakan media dua dimensi maupun tiga
dimensi, baik statis maupun dinamis, seperti produk percetakan, televisi, film, animasi, dan enternet.
Adapun komunikasi Grafis merupakan bagian dari komunikasi visual yang mengarah
ke media dua dimensi bersifat statis, seperti produkproduk percetakan.
![]() |
| Lingkup Desain Grafis Komunikasi |
Bidang Desain Grafis Komunikasi mencangkup berbagai bidang,
yaitu menyangkut teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol, huruf, fotografi,
warna, tata letak, dan proses percetakan yang disertai pula pengertian tentang
bahan dan biaya. Tujuan utama teknologi grafis komunikasi, tidak saja
menciptakan atau perencanaan fungsional estetik, tetapi juga informative dan
komunikatif dengan masyarakat. Bila dilengkapi dengan unsur psikologi massa dan
teori pemasaran, maka karya teknologi grafis komunikasi merupakan media promosi
yang sangat potensial.
Dalam perkembangannya, dunia Desain Grafis Komunikasi meliputi
dunia kegiatan yang sangat luas, mencakup semua aspek komunikasi melalui bentuk
media komunikasi mulai dari penciptaan logo, perencanaan dan pembuatan buku,koran, majalah, tabloid serta perwajahannya, ilustrasi (fotografi) dantipografinya, perencanaan wajah kalender meja dan dinding, pembuatanstasionery; meliputi kartu nama, amplop, kop surat, map, formulir, dan memo.
Ada juga grafis dalam bentuk kemasan, sticker, leaflet, kartu pos, kalender poster,
folder, brosur, manual book, katalog, agenda, iklan layanan masyarakat, dan
sebaginya Tegasnya semua kebutuhan informasi visual cetak yang perlu
dikomunikasikan dari seseorang atau kelompok kepada orang lain atau masyarakat
menjadi bidang kegiatan teknologi grafis komunikasi. Hal ini sesuai dengan tuntutan
hidup efektif yang selalu membutuhkan informasi yang cukup dan baik. Bidang
profesi Desain Grafis Komunikasi dapat terserap di tempat perusahaan penerbitan
buku, perusahaan penerbitan surat kabar, perusahaan penerbitan majalah,
perusahaan periklanan, perusahaan desain kemasan, periklanan (Advertising),
ilustrator, fotografer, dan sebagainya. Selain itu Desain Grafis Komunikasi
juga menjadi penunjang pada nonkomunikasi, seperti lembaga swasta/pemerintah,
pariwisata, hotel, pabrik/manufacture, dan usaha dagang.

No comments:
Post a Comment