Kadang untuk mendesain sebuah cover buku tahunan sekolah dibutuhkan referensi contoh untuk cover buku tahunan sekolah, jika kalian bingung silahkan serahkan pada ahlinya biar kita bantu untuk desain cover buku tahunan, layout isi buku tahunan hingga proses mencetak buku tahunan sekolah tersbeut, semoga bermanfaat. Terima kasih
9/25/2019
Contoh Buku Hardcover Spiral
Give Me Colours
Menyediakan Layanan Jasa
Desain Grafis , Fotografer & Percetakan Buku Tahunan , Cetak Majalah ,
Cetak Kalender dsb , dengan kulaitas dan harga terbaik di Surabaya – Jawa
Timur. Order secara online, file hanya cukup di email. WhatsApp Sekarang juga!!
GRATIS!! 08563118595, Terima Kasih
9/24/2019
Percetakan Online Surabaya - Jawa Timur
Give Me Colours
Menyediakan Layanan Jasa
untuk Paket Desain dan Cetak Lengkap Buku Tahunan Sekolah Surabaya, mulai dari
Buku Tahunan Universitas, Buku Tahunan perusahaan / Company Profile serta Buku
Tahunan anak TK serta SD, Buruan Order & WhatsApp Sekarang juga!! GRATIS!! http://bit.ly/2kjr1ms
08563118595, Terima Kasih
9/18/2019
Sejarah Periklanan
Metode iklan pertama yang
dilakukan oleh manusia sangat sederhana. Pemilik barang yang ingin menjual
barangnya akan berteriak di gerbang kota menawarkan barangnya pada pengunjung
yang masuk ke kota tersebut.
Iklan tulis mulai dikenal pada jaman Yunani Kuno,
berisi tentang budak-budak yang lari dari majikannya atau memberitahu akan
berlangsungnya pertandingan gladiator.
Iklan pada jaman ini hanya berupa surat
edaran. Beberapa waktu kemudian mulai muncul metode iklan dengan tulisan tangan
dan dicetak di kertas besar yang berkembang di Inggris.
Iklan pertama yang dicetak di
Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret 1648. Sampai tahun 1850an,
di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di suratkabar. Kebanyakan masih berupa
pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah pertama muncul dalam majalah Harper
tahun 1864. Pada masa-masa itu, periklanan berkembang seiring perkembangan pers
yang juga ditandai berkembangnya perusahaan periklanan dengan fungsi sederhana.
Pada abad ke-18, beberapa toko di Eropa mulai berfungsi sebagai agen yang
mengumpulkan iklan untuk suratkabar. Pada abad ke-19 mulai dikenal pembelian
ruang iklan melalui agen perseorangan (menyalurkan lagi ke perusahaan
periklanan). Setelah 1880an, perusahaan periklanan meningkatkan fungsi dengan
menawarkan konsultasi dan jasa periklanan lain. Pada peralihan menuju abad
ke-20, sistem manajemen periklanan modern seperti posisi manajer iklan mulai
diterapkan.
Periklanan di Indonesia RTS Masli dalam pengantar buku Reka Reklame
menjelaskan bahwa iklan pertama di Indonesia hanya berupa sebuah pengumuman
mengenai kedatangan kapal dagang Bataviaasche Nouvelles tahun 1744. Pemanfaatan
iklan menunjang pemasarannya antara lain dilakukan oleh surat kabar Bientang
Timoor dengan iklan yang berbunyi: “Siapa siapa njang biasa trima soerat
kabar bernama Bientang Timoor soeka diteroeskan ini taon 1865, dikasi taoe
njang oewangnja itoe soerat kabar, harganja f.15, - bole lekas dikirimkan sama
njang kloewarken itoe soratkabar”
Pertumbuhan iklan di Indonesia
sangat dipengaruhi oleh modal swasta di sektor perkebunan dan pertambangan pada
tahun 1870. Pada jaman ini, beredar iklan brosur untuk pertama kalinya. Iklan
tersebut berisi promosi perusahaan komersial. Selain brosur, digunakan pula
iklan display.
Pada awal abad 20, biro reklame mulai bermunculan walau tidak
bertahan lama karena masalah perekonomian. Biro reklame pada masa itu dapat
dikelompokkan dalam kategori besar (biasanya dimiliki oleh orang Belanda),
menengah, dan kecil (dimiliki oleh orang Tionghoa dan bumiputera). Biro reklame
Indonesia kembali bangkit sekitar 1930-1942.
Iklan yang dikeluarkan semakin
beragam ( pencarian kerja, pernikahan, kematian, serta perjalanan). Iklan juga
sempat menjadi sarana propaganda Jepang di Indonesia. Berbagai poster dan
selebaran mengkampanyekan Jepang sebagai “Pelindung, Cahaya, dan Pemimpin”. Namun,
pada masa itu tetap banyak iklan lain seperti pasta gigi, batik, tawaran kursus
dan tak ketinggalan iklan bioskop yang menayangkan film Jepang. Pasca
kemerdekaan, muncul iklan himbauan untuk menyumbangkan dana bagi kepentingan
perjuangan, pertahanan kemerdekaan, pembangunan atau perbaikan sekolah dan
mengaktifkan BPKKP. Iklan ini tercatat sebagai iklan layanan masyarakat pertama
dalam sejarah periklanan Indonesia.
Pada tahun 1963, berdiri
perusahaan periklanan InterVista Ltd yang dikelola (sekaligus didirikan) oleh
Nuradi, mantan diplomat yang pernah bekerja di perusahaan periklanan SH Benson
cabang Singapura. Perusahaan ini dianggap sebagai perintis periklanan modern di
Indonesia dengan pelayanan menyeluruh seperti media planning, account
management, riset, dan bidang lain.Saat ini, berbagai perusahaan periklanan di
Indonesia tergabung dalam suatu asosiasi yaitu PPPI. Asosiasi perusahaan
periklanan ini terwakili pula dalam keanggotaan Dewan Pers yang secara resmi
dituangkan dalam UU No. 4 Tahun 1967.
Terimakasih sudah membaca tentang artikel Sejarah Periklanan dari blog Give Me Colours.
Pengertian PERIKLANAN / IKLAN
Iklan ialah promosi barang, jasa, perusahaan dan ide yang harus dibayar oleh sebuah sponsor. Pemasaran melihat iklan sebagai bagian dari strategi promosi secara keseluruhan. Komponen lainnya dari promosi termasuk publisitas, relasi publik, penjualan, dan promosi penjualan.
Iklan tulis mulai dikenal sejak zaman Yunani kuno. Ketika
itu, iklan berisi mengenai budak-budak yang melarikan diri dari tuannya atau
mengenai penyelenggaraan pertandingan Gladiator, pada masa ini iklan hanyalah
berupa surat edaran. Beberapa waktu kemudian barulah muncul metode periklanan
yang ditulis dengan tangan dan dengan kertas yang lebih besar di Inggris. Iklan
pertama yang dicetak di Inggris ditemukan pada Imperial Intelligencer Maret
1648. Sampai tahun 1850-an, di Eropa iklan belum sepenuhnya dimuat di
suratkabar. Kebanyakan masih berupa pamflet, leaflet, dan brosur. Iklan majalah
pertama muncul dalam majalah Harper tahun 1864.
Iklan baris (bahasa Inggris: Classified advertising) adalah
salah satu cara promosi barang dan jasa yang umumnya ditemukan di koran. Cara
ini merupakan pengembangan dari promosi iklan yang mengutamakan daya tarik
dengan gambar dan dengan informasi yang lebih lengkap dan terinci.
Iklan baris mengutamakan informasi yang paling inti yang
perlu diketahui oleh peminatnya. Karena itu biasanya iklan baris hanya memuat
informasi seperlunya dan hanya membutuhkan beberapa baris saja. Biasanya
koran-koran mensyaratkan iklan baris minimal 2-3 baris.
Karena tidak menggunakan gambar sebagai daya tariknya, iklan
baris dimuat secara berkelompok sesuai dengan isinya. Misalnya, kelompok barang
yang dijual dipasang dalam baris yang berbeda dengan kelompok barang yang
dicari. Selanjutnya, barang-barang yang dijual pun diklasifikasikan lebih jauh:
tanah, rumah, mobil, motor, dll.
Penjual atau pembeli biasanya memberikan nomor telepon atau
alamat rumah di mana barang itu dapat dilihat, dibeli, dan diambil.
Karena ukurannya jauh lebih kecil daripada iklan biasa,
iklan baris umumnya lebih murah daripada iklan-iklan lain. Pemuatannya pun jauh
lebih sederhana karena tidak membutuhkan art-work atau ilustrasi grafis,
sehingga koran-koran umumnya dapat menerima iklan baris untuk segera dimuat
dalam penerbitan esok harinya.
Perkembangan teknologi media di masa kini membuat iklan
baris tidak lagi terbatas pada koran, tetapi juga media lainnya, seperti
internet
Terimakasih sudah membaca tentang artikel Periklanan dari blog Give Me Colours.
Subscribe to:
Posts (Atom)










