3/24/2019

Penjilidan Buku Kenangan Angkatan Laut


Buku adalah hasil karya tulisan seprang penulis tentang suatu topik yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, sastra dan lainnya yang lebih berhubungan dengan ilmu pengetahuan, sastra dan lainnya yang lebih dikenal dengan fiksi dan non fiksi, atau sebagai sarana untuk ditulisi, ditempel dan setelah melalui proses grafika menjadi bentuk tertentu (buku) sesuai dengan tujuan dan penggunaannya. Bagi seorang pembaca, buku yang bagus dapat diartikan bahwa isinya bagus untuk dibaca, atau karena kulit bukunya yang menarik. Bagi seorang yang ahli dalam bidang grafika, penilaian bagus mungkin dilihat dari segi perwajahan, tipografi, pencetakan dan penyelesaiannya. Meskipun demikian, antara unsur hasil karya penulisan dan unsur grafis, saling berkaitan. Sebab meskipun tulisannya bagus, kalau proses grafis tidak disesuaikan, akan mengakibatkan buku menjadi tidak baik. Penjilidan merupakan proses lanjutan dari hasil cetakan. Setelah selesai dicetak, dilanjutkan dengan melipat, menjahit dan proses lainnya sehingga menjadi bentuk buku, majalah dan hasil lainnya. Cara penjilidan buku ditentukan oleh berbagai faktor. Ada 3 (tiga) faktor yang menjadi pertimbangan, antara lain : tujuan buku, pemakaian buku, dan harga yang dapat diperuntukkan. Penjilidan buku dapat dilakukan dengan cara yang sederhana (murah) soft cover dan dapat dilakukan dengan cara mewah/lux (mahal) hardcover, tergantung dari permintaan pemesan, yang perlu diperhatikan ada 5 faktor :
1. Harga
2. Tujuan pembuatan buku
3. Waktu penyelesaian/ penjilidan
4. Tebal – tipis buku
5. Tiras/oplah (jumlah buku)

Untuk info cetak buku tahunan , buku kenangan sekolah serta buku dosen silahkan hubungi kami sekarang juga sebelum terlambat hehehe .. WhatsApp 08563118595 , terima kasih 

3/19/2019

Jasa Pembuatan Buku Tahunan Harga Special!!


Jasa Pembuatan Buku Tahunan

Hallo bro dan sis silahkan tanya - tanya untuk pembuatan Buku Tahunan Sekolah tanpa ribet, ktia biasanya melayani mulai dari awal , konsep buku tahunan, foto buku tahunan, desain buku tahunan serta Cetak buku Tahunan kalian dijamin tanpa ribet hahaha...
Untuk fotografer buku tahunan kita melayani area Surabaya dan Jawa Timur, bisa dateng ke sekolah atau ketemuan diluar sekolah juga bisa, atur aja yang penting selesai.
Buruan tunggu apalagi silahkan order Buku Tahunan Sekolah di 08563118595 , terima kasih. saya tunggu ordernya bro dan sis. Terima Kasih.

3/18/2019

Kamus FOTOGRAFI C


C : Singkatan dari continuous,yaitu sandi yang terdapat pada kamera. Fungsinya menyatakan penggunaan bidikan gambar secara beruntun dengan kecepatan tertentu (umumnya 3 bingkai per detik).
Camera: dalam bahasa Indonesia disebut kamera,yaitu alat berupa kotak kedap cahaya. Pada sebuah kamera biasanya terdapat lensa yang mampu menerima cahaya dari sebuah benda; objek ini kemudian direkam dengan alat peka cahaya.
Camera angle: arah atau sudut kamera,yaitu tempat atau kedudukan sudut pandang kamera yang digunakan untuk memotret. Terdiri dari sudut pandang sejajar, dari atas atau bawah.
Candid camera
: foto atau potret yang dibuat dengan cara sembunyi2 sehingga objek foto tidak menyadarinya. Cara ini biasanya menghasilkan foto yang terkesan wajar atau alami.umumnya tidak ada komunikasi antrara pemotret dan objek foto.keberhasilan foto sangat ditentukan oleh kemahiran pemotret mengungkapkan pesannya.oleh Karen itu pemotret harus ekstra tekun, jeli,teliti dan sabar.
CCD: singkatan dari charge couple device,yaitu chip pengganti filmyang digunakan pada kamera digital untuk merekam gambar (citra)
Center of focus : pusat perhatian. Sering juga disebut center of interest atau focus of interest. Pusat perhatian membuat pesan dan teknis yang ingin disampaikan pemotret tergambar secara fisik pada foto.
Center weight
: pengukuran pencahayaan yang tertuju hanya pada 60 persen daerah tengah gambar (bidang) foto.
Coating: pemberian suatu lapisan tipis pada permukaan lensa.Funsinya menahan pantulan cahaya dan melindungi lensa dari berbagai bahaya, mjsalnya jamur.
Cold tone: warna yang bernada dingin; berwarna biru kelabu dengan nada warna ringan.

Color balance: keseimbangan warna.
Commercial photography: fotografi komersial yang bertujuan mengomunikasikan informasi produk.
Composition: komposisi, yaitu penempatan atau penyusunan bagian2 sebuah gambar untuk membentuk kesatuan dalam sebuah bidang tertentu sehingga enak dipandang.
Continuous light: lampu kilat yang digunakan untuk memotret; cahayanya dapat menyala terus menerus (berulang-ulang).
Contrast: kontras. Secara umum kontras diartikan sebagai perbedaan gradasi,kecerahan, atau nada (warna) antara bidang gelap (shadow) dengan bidang terang, atau warna putih yang mencolok sekali pada objek.
Cropping: pemadatan/pemotongan gambar dalam foto atau sesuatu yang tercetak dengan membuang bagian – bagian tertentu yang kurang dikehendaki.

Kamus FOTOGRAFI B

Kamus FOTOGRAFI B

Back light: Cahaya dari belakang, yaitu cahaya yang berasal dari belakang objek. Arah cahaya ini berlawanan dengan posisi kamera. Secara umum efek yang dihasilkan dapat menciptakan siluet; objek foto dikelilingi “rim light” atau cahya yang ada disekitar objek. Efek cahaya ini bisa merugikan pemotret sebab bila mengenai lensa akan menimbulkan flare.
Background: Latar belakang suatu gambar. Dalam fotografi biasanya sering diidentikkan dengan layar berhias pemandangan atau warna-warna tertentu untuk memperindah tampilan foto.
Batteray check light: Penunjuk lampu, yaitu tombol penunjuk yang memberi informasi apakah baterai masih dalam keadaan baik atau tidak.
Bayonet: Sistem dudukan lensa yang hanya memerlukan putaran kurang dari 90 derajat untuk melakukan penggantian lensa.
Birds eye view: Sudut pandang dalam pemotretan yang mirip dengan apa yang diliat seekor burung yang sedang terbang.
Blitz: Lampu kilat atau flashgun. Alat ini merupakan cahaya buatan yang berfungsi menggantikan peran cahya matahari dalam pemotretan. Untuk menangkap kilatannya diperlukan suatu kecepatan tertentu yang telah disesuaikan (disinkronkan) dengan kamera. Cahaya blitz umumnya bisa ditangkap dengan kecepatan kamera 1/60 detik.
Blitzlichtpulver: Cikal bakal lampu kilat. Terbuat dari beberapa campuran bubuk diantaranya magnesium dan potassium chlorade yang dapat memancarkan cahaya bila disulut.
Blur: Kekaburan seluruh atau sebagian gambar karena gerakan yang disengaja atau tidak sengaja pada saat pemotretan dan efek besar kecilnya diafragma. Hal ini terjadi misalnya saat melakukan teknik panning atau zooming yang menggunakan kecepatan rendah.
Bottom light: Cahaya dari bawah objek, biasa juga disebut ‘base light’. Biasa digunakan sebagai cahaya pengisi dari arah depan. Fungsinya mengurangi kontras cahaya utama.
Bounce Flash: Sinar pantul. Pancaran cahaya tidak langsung yang berasal dari sumber cahaya (lampu kilat). Cara paling efektif yang dapat dicoba adalah memantulkan pancaran sinarnya kesudut lain sebelum cahaya itu mengenai objek pemotretan. Teknik pencahayan ini cocok untuk menghasilkan penyinaran lunak.
Bracketing: Suatu teknik pengambilan gambar yang sama dengan memberikan kombinasi pencahayaan yang berbeda-beda pada suatu objek (disamping pengukuran pencahayan normal).

Built-in diopter: Pengatur dioptri (lensa plus atau minus)yang sudah terpasang pada pembidik kamera. Berguna bagi pemotret berkacamata.
Bulb, B(ulb) bolam : Sarana kecepatan rana yang sangat lambat dikamera yang digunakan untuk memotret objek. Lama membuka rana ditentukan oleh pemotret, yaitu dengan menekan lalu melepas tekanan pada tombol shutter.

Kamus FOTOGRAFI A


Kamus FOTOGRAFI A
A: Singkatan dari auto, yaitu sebuah sandi untuk pilihan fasilitas otomatis. Artinya, bila selector diputar ke posisi ini, bukaan diafragma akan bekerja secara otomatis setelah pemotret memilih suatu kecepatan (shutter speed) atau sebaliknya.
Abstraksi: abstrak ; pesan yang tidak bisa digambarkan. Pada sebuah foto, misalnya foto seorang ibu sedang mendekap anaknya, pesan/abstraknya adalah ketentramannya.
Aerial Photography: fotografi udara, yaitu foto khusus pemotretan udara. Biasa digunakan untuk keperluuan pemetaan, survei, atau penggukuran tata ruang dan pertanian.
AF: singkatan dari auto focus, yaitu cara kerja kamera tanpa mengharuskan pemotret memutar-mutar sendiri penemu fokus(jarak). Sistem ini bekerja setelah pemotret menekan tombol “on” pada perintah fokus.
AL servo AF: saran pilihan autofocus yang digunakan untuk memotret objek2 bergerak. Pilihan yang efektif untuk pemotretan olahraga.
Amateur Photography: fotografi amatir. Dibuat semata-mata hanya untuk kesenangan pribadi, tidak berkaitan dengan pekerjaan atawa untuk mencari uang. Hal ini merupakan ekspresi diri yang tingkatnya bisa sejajar dengan karya-karya budaya lain.
Angel of view: Sudut pandang atawa sudut pemotretan. Cara melihat dan mengambil objek yang akan difoto
Animal portrait: pemotretan dengan binatang sebagai sasaran atawa objek pemotretan yang lebih menonjolkan ciri khas jenis dan sifat binatang tersebut.
Aperture diafragma: yaitu lubang tempat cahaya masuk kedalam kamera dari lensa keatas film.
Aperture priority auto exposure (A): pencahayaan otomatis prioritas bukaan diafragma. Jika bukaan diafragma disetel terlebih dahaulu, kecepatan rana akan bekerja otomatis.
Architectural photography: foto arsitektur, yaitu cabang fotografi yang mengkhususkan pada objek2 arsitektur dengan pendekatan dokumenter, seni, dan komersial.
Artificial light: cahaya buatan manusia yang digunakan untuk memotret misalnya lampu kilat, api, dll.
Asa: singkatan dari american standar assosiation.Yaitu standar kepekaan film. Pengertiannya sama dengan ISO, hanya saja nama ASA dahulu umumnya dipakai diwilayah amerika. Kecepatannya diukur secara aritmatis.
Auto Program (P): fasilitas otomatis untuk memilih pencahayaan terprogram secara normal dan high speed(kecepatan tinggi), tergantung pada pemakaian panjang-pendek fokus lensa.
Auto winder: motor yang berguna untuk memajukan film secara otomatis dan cepat tanpa harus dikokang atawa diengkol terlebih dahulu. Sering digunakan oleh pemotret olahraga atawa yang mengutamakan objek-objek bergerak cepat.

Sejarah Cetak - Mencetak Johannes Gutenberg


Sejarah Cetak - Mencetak Johannes Gutenberg
Metode cetak-mencetak ditemukan oleh Johannes Gutenberg di Mainz, Jerman pada tahun 1440. Johannes Gutenberg hidup antara tahun 1400-1468. Segel dan bulatan segel yang pengerjaannya menganut prinsip serupa dengan cetak blok sudah dikenal di Cina berabad-abad sebelum Gutenberg lahir dan suatu bukti menunjukkan bahwa di tahun 868 Masehi sebuah buku cetakan sudah ditemukan orang di Cina. Teks dan gambar diukirkan pada sekeping papan, tanah liat atau logam, kemudian acuan/ stempel itu ditintai, ditumpangi selembar kertas (papyrus) yang kemudian ditekan sehingga tinta dari stempel berpindah ke permukaan kertas. Sering disebut orang sumbangan terpenting Gutenberg adalah penemuannya di bidang huruf cetak yang bisa bergerak. Dalam perkara ini pun hal serupa sudah diketemukan di Cina sekitar pertengahan abad ke-11 Masehi oleh seorang bernama, Pi-Sheng, karakter jenis yang dikembangkan dari tanah liat dikeraskan tetapi tidak secara total sukses. Di pertengahan tahun 1200 Masehi, karakter sejenis dari metal ( perunggu) telah dikembangkan di China dan Jepang, teks yang dikenal, yang paling tua mencetak dari jenis metal ini sampai tahun 1397. Satu abad kemudian dalam tahun 1440 Masehi, mungkin tidak acuh pada jenis yang kasar dikembangkan di Dunia Timur, Johannes Gutenberg memperkenalkan kepada film koboi/ buku koboi.
Proses serupa juga sudah dikenal orang di Eropa sebelum Gutenberg. Cetak blok memungkinkan pencetakan banyak eksemplar buku tertentu. Proses ini punya satu kelemahan: karena satu set baru serta komplit dari cukilan kayu atau logam harus dibuat untuk sebuah buku, dengan sendirinya tidaklah praktis untuk mencetak berbagai macam buku. Di Eropa percetakan yang tertua menggunakan metode ini sekitar 600 tahun yang lalu. Sebelum penemuan teknik cetak seluruh buku harus ditulis tangan yang biasanya dikerjakan oleh para biarawan di biara-biara. Sebuah buku menjadi barang sangat berharga yang hanya orang yang sungguh kaya dapat memilikinya. Membaca dan menulis hanya terbatas pada segelintir orang berpendidikan. Gagasan Gutenberg adalah penggunaan huruf-tunggal yang diukirkan pada kayu yang kemudian berkembang menjadi ukiran pada bahan logam. Gutenberg telah berhasil melakukan macam-macam penyempurnaan. Misalnya, dia mengembangkan metal logam campuran untuk huruf cetak, menuangkan cairan logam untuk huruf cetak blok secara tepat dan teliti, minyak tinta cetak serta alat penekan yang diperlukan untuk mencetak. Setiap huruf dan tanda-tanda harus diukir pada sebatang besi secara terbalik, yang sebelah kiri sebuah matris menjadi sebelah kanan, stempel besi ini menjadi alat penakik yang diketukkan pada selembar lempengan tembaga yang akan menjadi acuan/ matris. Matris ini kemudian ditempatkan pada alat pengecoran (dikerjakan dengan tangan). Konstruksi alat pengecoran ini sederhana namun praktis sekali. Bahan metal yang dipakai untuk dicor adalah timah putih, antimony, dan timah hitam. Huruf-huruf hasil cor ini cukup cermat dipakai untuk menyusun.

3/02/2019

Jasa Desain Grafis UMKM Online

Jasa Desain Grafis  Online

Pengertian desain secara umum ialah
(1) perancangan,
(2) gambar rencana,
(3) gambar untuk merencanakan sesuatu,
(4) rancangan sesuatu karya,
(5) konsep atau rancangan.
Sedangkan desain dalam arti khusus ada kaitannya dengan kegunaan benda.
Istilah Grafis berasal dari bahasa Yunani “graphein” yang berarti menulis atau menggambar. Seni (cetak) grafis merupakan penggubahan gambar bebas karya perupa menjadi cetakan, yang melalui proses manual dan menggunakan material tertentu, dengan tujuan membuat perbanyakan karya dalam jumlah tertentu ( Susanto, 2002 : 47). Dalam perkembangannya grafis diartikan sebagai penataan media komunikasi
secara cetak-mencetak dengan cita rasa keindahan ( Effendy, 1989 :154 ).
Seni grafis adalah salah satu kegiatan seni rupa yang diwujudkan dalam bentuk dwimatra dan dilaksanakan dengan menggunakan bermacam medium, proses dan teknik cetak. Karya seni grafis merupakan karya yang dihasilkan melalui proses cetak yang berlandaskan pada empat macam teknik cetak; yaitu: cetak tinggi, cetak dalam, cetak datar dan cetak saring. Tanpa kehilangan nilai seninya, seni grafis dikerjakan melalui proses cetak yang dapat dibuat berulangulang sampai batas yang ditentukan, maka terciptalah karya yang berlipat ganda. Penciptaan karya seperti itu merupakan "keistimewaan" pada penciptaan karya seni grafis. Sifat lipat ganda inilah yang memudahkan penyebaran karya kepada para peminat secara meluas.

3/01/2019

Jasa Desain Grafis Surabaya | Online

Jasa Desain Grafis Surabaya | Online

Jasa Desain Grafis, Desain Brosur, Desain Logo, Jasa Branding, Desain Buku Tahunan, Desain Company Profile, Desain Instagram , Biaya Desain , Jasa Desain Surabaya Info WhatsApp 08563118595, Terima Kasih